Cara Menilai Kualitas Beras sebelum Membeli dalam Jumlah Besar
Kadar air, butir patah, derajat sosoh, dan kebersihan. Empat hal yang perlu dicek pembeli beras untuk hotel, katering, dan distributor.
Beras terlihat sederhana, tetapi dua karung beras dengan harga berbeda bisa sangat berbeda mutunya. Untuk pembelian B2B, ada beberapa hal yang sebaiknya dicek sebelum PO disetujui.
1. Kadar air
Beras yang aman disimpan berkadar air maksimal sekitar 14 persen. Beras yang terlalu basah cepat apek, berkutu, dan berjamur, terutama di gudang yang lembap. Kami mengukur kadar air setiap setoran sebelum beras dikemas.
2. Butir kepala dan butir patah
Butir kepala adalah butir beras yang masih utuh atau hampir utuh. Makin tinggi persentasenya dan makin sedikit butir patah, makin tinggi mutunya. Butir patah membuat nasi lebih lembek dan kurang menarik untuk disajikan.
3. Derajat sosoh
Derajat sosoh menunjukkan seberapa bersih lapisan dedak terkelupas saat penggilingan. Beras putih untuk restoran biasanya disosoh lebih tinggi. Beras merah sengaja disosoh rendah agar kulit arinya yang bergizi tetap ada.
4. Kebersihan
Periksa adanya gabah, batu kecil, menir (pecahan sangat kecil), dan butir kuning atau rusak. Semuanya mengurangi rendemen dan kenyamanan saat dimasak.
Beras putih dan beras merah dari Sumatera Utara
Sawah di dataran tinggi Sumatera Utara menghasilkan beras putih dan beras merah lokal. Beras merah kami giling satu kali agar kulit arinya tetap utuh.
Tips untuk pembeli
- Minta sampel 1 sampai 2 kg dan masak dengan takaran air yang biasa Anda pakai.
- Tetapkan spesifikasi tertulis (kadar air, persentase butir patah) di PO.
- Untuk kebutuhan rutin, gunakan kontrak pasokan agar harga dan mutu tetap konsisten.
Daftar sebagai mitra perusahaan untuk melihat harga B2B dan mengajukan PO.