Mengenal Varietas Kopi yang Ditanam di Sumatera Utara
Arabika dan Robusta hanyalah nama spesies. Di dalamnya ada varietas yang memengaruhi rasa, hasil panen, dan ketahanan tanaman.
Saat membeli kopi, kebanyakan orang berhenti di dua kata: Arabika atau Robusta. Padahal di kebun, petani memilih varietas yang berbeda-beda, dan pilihan itu ikut menentukan rasa kopi yang Anda terima.
Arabika dan Robusta
- Arabika tumbuh baik di dataran tinggi, rasanya lebih kompleks dengan keasaman yang jelas, dan kadar kafeinnya lebih rendah.
- Robusta lebih tahan penyakit dan panas, hasil panennya tinggi, rasanya pahit dan tebal, dengan kafein lebih tinggi. Banyak dipakai untuk espresso blend dan kopi instan.
Varietas Arabika yang umum di Sumatera
Typica. Salah satu varietas tertua. Rasanya bersih dan manis, tetapi produktivitasnya rendah dan rentan penyakit karat daun, sehingga kini jarang ditanam dalam jumlah besar.
Tim Tim (Hibrido de Timor). Persilangan alami Arabika dan Robusta. Tahan karat daun dan menjadi induk banyak varietas modern.
Ateng (Catimor). Pohonnya pendek sehingga mudah dipanen, hasilnya tinggi, dan tahan penyakit. Varietas ini banyak dijumpai di kebun rakyat Sumatera Utara.
S-795. Varietas yang dikembangkan di India dan cukup populer di Indonesia karena tahan penyakit dengan rasa yang seimbang.
Di satu kebun rakyat, petani sering menanam beberapa varietas sekaligus. Hasilnya adalah kopi dengan karakter campuran, yang justru menjadi ciri khas kopi Sumatera.
Apa artinya bagi pembeli?
Untuk kebutuhan yang menuntut rasa sangat spesifik, mintalah informasi varietas dan sampel sebelum memesan dalam jumlah besar. Untuk kebutuhan volume, konsistensi grade dan proses biasanya lebih penting daripada varietas tunggal.
Ajukan permintaan sampel setelah akun Anda terverifikasi.