← Semua artikel
Kopi · 8 Oktober 2026 · Tim PasarToba

Panen Kopi: Kenapa Petik Merah Menentukan Mutu

Waktu dan cara memetik buah kopi menentukan berapa banyak biji cacat yang sampai ke gudang. Begini praktik panen yang kami minta dari petani mitra.

Mutu kopi tidak bisa diperbaiki di gudang. Kalau buah dipetik terlalu muda atau terlalu matang, cacatnya akan terbawa sampai ke cangkir. Karena itu, kami memperhatikan cara panen sejak dari kebun.

Petik merah

Buah kopi matang berwarna merah tua dan terasa sedikit lunak saat ditekan. Petik merah berarti hanya buah yang sudah matang yang dipetik, satu per satu. Buah hijau dibiarkan di pohon sampai matang pada putaran panen berikutnya.

Buah hijau menghasilkan biji yang pucat dan rasa sepat. Buah yang terlalu matang atau jatuh ke tanah mudah berjamur dan memberi rasa apek.

Panen bergilir

Buah dalam satu dahan tidak matang bersamaan. Petani biasanya memanen kebun yang sama beberapa kali dalam satu musim, dengan jeda satu sampai dua minggu. Cara ini lebih lambat, tetapi hasilnya jauh lebih seragam.

Sortasi di hari yang sama

Setelah dipetik, buah dimasukkan ke ember berisi air. Buah yang mengapung biasanya kosong, rusak, atau dimakan hama, sehingga dipisahkan. Buah yang tenggelam segera diolah, sebaiknya di hari yang sama, agar tidak mulai berfermentasi sendiri.

Musim panen di Sumatera Utara

Panen raya kopi di dataran tinggi Sumatera Utara umumnya berlangsung di akhir tahun, dengan panen yang lebih kecil di pertengahan tahun. Lihat kalender panen kami untuk merencanakan pembelian.

Yang kami periksa di gudang

Setiap setoran ditimbang dan dicek kadar air serta jumlah biji cacatnya. Setoran dengan banyak biji hitam, pecah, atau berlubang akan diturunkan grade-nya, dan petani menerima catatan agar panen berikutnya lebih baik.

Butuh pasokan rutin dari Indonesia?