← Semua artikel
Pangan · 10 September 2026 · Tim PasarToba

Pascapanen Jagung Pipil: Menjaga Kadar Air dan Mencegah Aflatoksin

Jagung untuk pakan dan industri harus kering dan bebas jamur. Ini tahapan pascapanen yang kami terapkan sebelum jagung masuk gudang.

Sebagian besar jagung dari Sumatera Utara diserap industri pakan ternak. Industri ini sangat ketat pada dua hal: kadar air dan aflatoksin, yaitu racun dari jamur yang tumbuh pada jagung lembap.

Panen di waktu yang tepat

Jagung siap panen ketika kelobotnya mengering dan berwarna cokelat, dan bijinya keras saat ditekan kuku. Jagung yang dipanen terlalu muda sulit dikeringkan dan bijinya mudah keriput.

Pengeringan tongkol

Tongkol dijemur atau dikeringkan dengan alat sebelum dipipil. Menunda pengeringan, apalagi menumpuk jagung basah di karung, adalah penyebab utama tumbuhnya jamur.

Pemipilan

Biji dilepas dari tongkol dengan mesin pemipil. Mesin yang disetel dengan benar mengurangi biji pecah, karena biji pecah lebih mudah diserang jamur dan hama gudang.

Pengeringan lanjutan

Setelah dipipil, biji dikeringkan lagi sampai kadar airnya maksimal sekitar 15 persen, sesuai yang umumnya diminta pabrik pakan. Kami mengukur kadar air setiap setoran di gudang.

Penyimpanan

  • Simpan di karung bersih di atas palet, tidak menempel ke lantai atau dinding.
  • Pastikan gudang kering dan berventilasi.
  • Terapkan prinsip masuk pertama, keluar pertama.

Yang kami cek sebelum kirim

Kadar air, persentase biji rusak dan berjamur, serta benda asing. Untuk pembeli yang memerlukan uji aflatoksin laboratorium, sebutkan di PO agar kami siapkan hasil ujinya.

Butuh jagung pipil dalam volume besar? Minimal pemesanan 5 ton. Daftar sebagai mitra perusahaan.

Butuh pasokan rutin dari Indonesia?